• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Youtube

About me

Let me introduce myself


siapa sih aku?....

Mahasiswi Akademi Farmasi Theresiana Semarang

Leo 31 Juli 1997

Profile

Monika Rani

Personal info

Monika Rani Nugraheni

NIM : 15.0574

E-mail: monikaranin31@gmail.com

Portfolio

My latest projects


Sabtu, 31 Oktober 2015

Iman tanpa perbuatan adalah mati

Iman tanpa perbuatan adalah mati

Yakobus 2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Keimanan Akan Menimbulkan Cinta dan Kasih Sayang Terhadap Semuanya
Pada tanggal 7 September 2015, saya dan kelompok saya berkunjung ke Yayasan Sosial Soegijapranata Panti Asuhan Cacat Ganda yang terletak di Jalan Dr.Ismangil No. 18 Semarang Barat. Sasaran pelayanan kami untuk anak-anak baik putra maupun putri yang menderita cacat mental dan cacat fisik (berat). Panti Asuhan Cacat Ganda saat itu menampung 18 anak dan 13 orang dewasa. Dari sekian banyak anak-anak dan orang dewasa disana, kami tergerak hati untuk mendekati salah satu dari mereka, yaitu Kak Susi. Walaupun berkekurangan tetapi dia masih mau berusaha untuk membuat sesuatu yang kemudian dia jual di area Panti. Kak Susi ini hanya mengalami cacat fisik tidak cacat mental. Hanya dia saja yang mengalaminya. Kak Susi ini lahir pada tanggal 31 Oktober 1990. Jadi Kak Susi ini sudah berusia 25 tahun. Dengan keterbatasannya, Kak Susi ini membuat beraneka macam gelang dan kalung untuk anak-anak maupun orang dewasa. Harganya pun cukup relative murah, antara 7000-15000. Saya dan teman saya langsung membeli gelang dan kalung buatan tangan Kak Susi. Menurut ceritanya, Kak Susi ini sudah ditinggal lama oleh orang tuanya. Ayahnya sudah meninggal sejak dia masih kecil dan ibunya meninggalkan Kak Susi saat masih kecil. Tapi saya sangat salut dengan Kak Susi, walaupun ditinggalkan oleh orang tuanya sejak kecil Kak Susi ini tegar dan menerima apa yang diberikan Tuhan kepadanya. Dari Panti Asuhan Cacat Ganda Bakti Asih ini, saya sangat tersentuh dengan motto panti asuhan tersebut yaitu : “ Bawalah cinta kasih yang anda terima dari Tuhan secara tulus tanpa pamrih, dan salurkan pada anak-anak asuh kami yang merindukan belaian cinta kasih sayang”. Saya sungguh sangat bersyukur kepada Tuhan, atas semuanya terlebih atas hidup saya yang utuh ini. Dengan adanya proyek kebaikan ini kunjungan saya dan teman-teman bisa membuat orang sekitar juga ikut mau ambil bagian dengan kami dan membantu sanak saudara yang lebih membutuhkan uluran tangan kita. Ini adalah foto kami dengan Kak Susi di Panti Asuhan Cacat Ganda Bakti Asih yang beralamat di Jalan Dr. Ismangil No. 18 Semarang Barat dan juga foto saat sedang prepare





Pada tanggal, 21 September 2015 saya dan kelompok proyek kebaikan saya, mengunjungi sebuah PAUD yang bernama PAUD REMA HAPPY KIDS ,Jalan Pucang Permai 8 No. 1 , Semarang. Tujuan kami mengunjungi POS PAUD tersebut adalah untuk menyelesaikan tugas MID semester, Belajar dan menambah pengalaman cara mengajar anak usia dini, Membangun kreativias anak usia dini, Memahami interaksi anak usia dini, Memberikan nilai-nilai kebersamaan pada anak usia dini, Ikut berkontribusi dengan lingkungan sekitar, Menanamkan nilai untuk peduli kepada sesama. logistic untuk pelaksanaan pengajaran di PAUD




Bersamaan dengan hari itu, saya dan kelompok saya mengunjungi sebuah sawah yang terletak di daerah Mranggen, Kabupaten Demak. Disana kami belajar banyak tentang bagaimana menjadi seorang petani yang harus benar-benar merawat sawah dengan baik. Saya merasa salut dengan Bapak Ruslam, demi sesuap nasi Bapak Ruslam rela bekerja di tengah panas sinar terik matahari yang menghantam kulitnya. Banyak pengalaman yang saya dan teman-teman ambil dari Bapak Ruslam, pertama jangan lupa untuk selalu bersyukur setiap hari. Kedua jangan pernah jadi orang yang memiliki segala-galanya karena semua yang ada adalah milik yang MahaKuasa. Saya sungguh berterima kasih kepada Tuhan dan bersyukur atas apa yang Tuhan berikan kepada saya selama ini. Tugas dari bapak Gregorius Daru membuat saya semakin merasa menjadi manusia yang utuh, penuh tanggung jawab, dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar terutama untuk orang-orang yang membutuhkan. Ini adalah foto kami dengan Bapak  saat kami beristirahat di sebuah sawah yang terletak di daerah Mranggen Kabupaten Demak.




Allah memberikan banyak petunjuk agar kita semakin beriman. Anda bisa menemukannya disetiap tempat, disetiap waktu, disetiap kejadian
berkah dalem :) 

Jumat, 30 Oktober 2015

Cinta Tapi Beda?

Cinta Tapi Beda?

Cinta Tapi Beda?

   “Karena itu Tuhan nyiptain cinta biar yang beda-beda bisa nyatu” sepenggal kalimat dari cuplikan drama film yang berjudul “CIN(T)A” (Cina Tuhan dan Anisa). Film ini mengisahkan tentang 2 pemuda yang mempunyai perbedaan agama. Hubungan cinta beda agama bisa terjadi pada siapa saja. Ada yang merasa tidak terganggu oleh hal ini, tapi banyak juga yang tidak setuju dan bahkan menentangnya. Alasannya bermacam-macam, ada yang berkata nikah beda agama itu tidak baik bagi iman, bahkan ada yang percaya bahwa hal ini dosa. Salah satu jalan tengah yang diambil oleh beberapa pasangan adalah pindah agama. Menurut Pendeta Albertus Patty nikah beda agama di dalam Gereja Kristen seringkali tergantung pada gereja itu sendiri. Ada berbagai kebijakan dari pemimpin Gereja (dalam hal ini Gereja Protestan) dan tergantung dari juga sangat tergantung pada sikap orang tua. Bila pemimpin gereja dan orang tua konservatif atau fundamentalis, akan tidak dimungkinkah pernikahan beda agama bisa terjadi. Umumnya mereka menyitir sebuah ayat dari 2 Korintus 6:14 (Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimana terang dapat bersatu dengan gelap?). Namun, apakah yang dimaksud dengan "orang yang tidak percaya“? Tidak percaya kepada apa? Dan bukankah Yesus mengajarkan untuk mencintai sesama tanpa diskriminasi apapun?  Seringkali catatan sipil juga mempersulit bila ada perbedaan agama antar pasangan, sehingga beberapa pasangan beda agama harus melakukan pernikahan di Singapura, Australia atau Thailand. Di Gereja yang dipimpin Pendeta Albertus Patty dapat dilakukan pemberkatan pernikahan beda agama tanpa membaptis pasangan yang non-Kristen.

   Di masa-masa sekarang banyak pemuda yang bertanya-tanya tentang “boleh tidak menikah beda agama?”. Saya pernah berfikir jika Tuhan mempertemukan mengapa agama yang memisahkan? Lebih detailnya jika Tuhan mempertemukan, mengapa manusia dengan menggunakan agama yang berbeda, tega, rela dan bangga untuk memisahkan? Tapi menurut saya, walaupun beda agama jalankan saja. Karena cinta tidak mengenal perbedaan, cinta adalah anugrah. Karena cinta memiliki sifat yang menyatukan, bukan memisahkan. Yang sifatnya memisahkan adalah kebencian, peperangan, egois untuk mempertahankan kenyakinan. Banyak orang memberikan argument bahwa cinta yang muncul kepada orang yang berbeda agama adalah ujian dari Tuhan untuk melihat apakah seseorang itu memilih nafsunya atau agamanya. Tetapi menurut saya itu tidak benar. Jika seseorang teliti dalam berfikir, maka ia akan menemukan bahwa cinta bukanlah nafsu, dan jika memang Tuhan menguji, Ia pasti akan menguji nafsu bukan cinta. Lalu seseorang juga bisa berargumen bahwa saat seseorang cinta kepada orang yang berbeda agama, maka orang tersebut akan masuk neraka.  Lalu apakah iya yang menentukan masuk surga ataupun neraka adalah manusia? Yang berhak menentukan seseorang masuk surga atau neraka hanya Tuhan. Jika memang Tuhan tidak mengizinkan dua orang berbeda agama untuk saling mencintai. Tentu saja, Ia tidak akan memberikan rasa itu sejak awal. Dan jika kamu adalah orang yang bingung apa yang harus dilakukan saat menghadapi cinta beda agama, jalani saja, jangan takut banyak yang berfikir nikmati rasa itu, nikmati anugrah itu. Saya juga berfikir untuk ke jenjang pernikahan. Bukankah sulit menikah berbeda agama? Bukankah nanti terjadi konflik dengan keluarga masing-masing? Kalau nanti mempunyai anak nanti bingung untuk memilih agama. Konflik itu pasti terjadi, tetapi kembali lagi jika memang jodoh semua masalah bisa terselesaikan. Mungkin Tuhan mempertemukan agar bisa belajar untuk saling menghargai satu sama lain, agar bisa menjadi inspirasi dan bisa belajar dari pengalaman. Apapun yang terjadi bagi saya cinta adalah anugrah dari yang Kuasa.
     Pandangan Lain mengenai Ahlul Kitab
          Apakah sama Ahlul Kitab, Musyrik, dan Kafir? Para ulama tafsir berbeda pendapat. Ada yang menyamakan ada yang membedakan.
          Menurut Ahmad Nurcholis yang juga penulis novel Kado Cinta Bagi Pasangan Beda Agama memiliki tafsiran berbeda. Musyrik dipahami sebagai mereka yang menyekutukan Tuhan. Kafir dilabelkan kepada mereka yang tidak ber-”Islam”, Ahlul kitab diidentikkan dengan penganut Yahudi dan Nasrani.
          Ahlul kitab menurutnya meliputi semua pemeluk agama asal mereka percaya kepada satu Tuhan, hari akhir, dan berbuat baik.
         


Contact

Get in touch with me


Adress/Street

Phone number

Website