• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Youtube

Jumat, 30 Oktober 2015

Cinta Tapi Beda?

Cinta Tapi Beda?

   “Karena itu Tuhan nyiptain cinta biar yang beda-beda bisa nyatu” sepenggal kalimat dari cuplikan drama film yang berjudul “CIN(T)A” (Cina Tuhan dan Anisa). Film ini mengisahkan tentang 2 pemuda yang mempunyai perbedaan agama. Hubungan cinta beda agama bisa terjadi pada siapa saja. Ada yang merasa tidak terganggu oleh hal ini, tapi banyak juga yang tidak setuju dan bahkan menentangnya. Alasannya bermacam-macam, ada yang berkata nikah beda agama itu tidak baik bagi iman, bahkan ada yang percaya bahwa hal ini dosa. Salah satu jalan tengah yang diambil oleh beberapa pasangan adalah pindah agama. Menurut Pendeta Albertus Patty nikah beda agama di dalam Gereja Kristen seringkali tergantung pada gereja itu sendiri. Ada berbagai kebijakan dari pemimpin Gereja (dalam hal ini Gereja Protestan) dan tergantung dari juga sangat tergantung pada sikap orang tua. Bila pemimpin gereja dan orang tua konservatif atau fundamentalis, akan tidak dimungkinkah pernikahan beda agama bisa terjadi. Umumnya mereka menyitir sebuah ayat dari 2 Korintus 6:14 (Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimana terang dapat bersatu dengan gelap?). Namun, apakah yang dimaksud dengan "orang yang tidak percaya“? Tidak percaya kepada apa? Dan bukankah Yesus mengajarkan untuk mencintai sesama tanpa diskriminasi apapun?  Seringkali catatan sipil juga mempersulit bila ada perbedaan agama antar pasangan, sehingga beberapa pasangan beda agama harus melakukan pernikahan di Singapura, Australia atau Thailand. Di Gereja yang dipimpin Pendeta Albertus Patty dapat dilakukan pemberkatan pernikahan beda agama tanpa membaptis pasangan yang non-Kristen.

   Di masa-masa sekarang banyak pemuda yang bertanya-tanya tentang “boleh tidak menikah beda agama?”. Saya pernah berfikir jika Tuhan mempertemukan mengapa agama yang memisahkan? Lebih detailnya jika Tuhan mempertemukan, mengapa manusia dengan menggunakan agama yang berbeda, tega, rela dan bangga untuk memisahkan? Tapi menurut saya, walaupun beda agama jalankan saja. Karena cinta tidak mengenal perbedaan, cinta adalah anugrah. Karena cinta memiliki sifat yang menyatukan, bukan memisahkan. Yang sifatnya memisahkan adalah kebencian, peperangan, egois untuk mempertahankan kenyakinan. Banyak orang memberikan argument bahwa cinta yang muncul kepada orang yang berbeda agama adalah ujian dari Tuhan untuk melihat apakah seseorang itu memilih nafsunya atau agamanya. Tetapi menurut saya itu tidak benar. Jika seseorang teliti dalam berfikir, maka ia akan menemukan bahwa cinta bukanlah nafsu, dan jika memang Tuhan menguji, Ia pasti akan menguji nafsu bukan cinta. Lalu seseorang juga bisa berargumen bahwa saat seseorang cinta kepada orang yang berbeda agama, maka orang tersebut akan masuk neraka.  Lalu apakah iya yang menentukan masuk surga ataupun neraka adalah manusia? Yang berhak menentukan seseorang masuk surga atau neraka hanya Tuhan. Jika memang Tuhan tidak mengizinkan dua orang berbeda agama untuk saling mencintai. Tentu saja, Ia tidak akan memberikan rasa itu sejak awal. Dan jika kamu adalah orang yang bingung apa yang harus dilakukan saat menghadapi cinta beda agama, jalani saja, jangan takut banyak yang berfikir nikmati rasa itu, nikmati anugrah itu. Saya juga berfikir untuk ke jenjang pernikahan. Bukankah sulit menikah berbeda agama? Bukankah nanti terjadi konflik dengan keluarga masing-masing? Kalau nanti mempunyai anak nanti bingung untuk memilih agama. Konflik itu pasti terjadi, tetapi kembali lagi jika memang jodoh semua masalah bisa terselesaikan. Mungkin Tuhan mempertemukan agar bisa belajar untuk saling menghargai satu sama lain, agar bisa menjadi inspirasi dan bisa belajar dari pengalaman. Apapun yang terjadi bagi saya cinta adalah anugrah dari yang Kuasa.
     Pandangan Lain mengenai Ahlul Kitab
          Apakah sama Ahlul Kitab, Musyrik, dan Kafir? Para ulama tafsir berbeda pendapat. Ada yang menyamakan ada yang membedakan.
          Menurut Ahmad Nurcholis yang juga penulis novel Kado Cinta Bagi Pasangan Beda Agama memiliki tafsiran berbeda. Musyrik dipahami sebagai mereka yang menyekutukan Tuhan. Kafir dilabelkan kepada mereka yang tidak ber-”Islam”, Ahlul kitab diidentikkan dengan penganut Yahudi dan Nasrani.
          Ahlul kitab menurutnya meliputi semua pemeluk agama asal mereka percaya kepada satu Tuhan, hari akhir, dan berbuat baik.
         


23 komentar :

  1. Temamu beraaaat mon. Nice share lah (--")9. Hidup Cinta Tapi Beda!

    BalasHapus
  2. Hmm tapi kalo mnrtku Tuhan memberi cinta beda agama biar melihat seberapa besar cinta kamu ke Tuhan atau ke manusia. But nice share sih mon ^.^

    BalasHapus
  3. pembahasan gini nih yang pasti banyak pro kontra, anyway, nice post dek mon!

    BalasHapus
  4. Cinta beda agama? Yah sulit. Tapi sebenernya bisa dicegah sejak awal. Tergantung bagaimana kita memilih.
    Tema yg bagus Mon. Ttp semangatt buat karya" yg lainnya ☺

    BalasHapus
  5. Membingungkan ya cinta Dan Agama. Perlu bnyk belajar lg Dan tentunya baca alkitab lebih dalam.
    Nice post

    BalasHapus
  6. Tuhan menciptakan manusia dengan martabat yg sama, jadi Tuhan tidak akan membedakan agama kita, bagi-Nya kita semua adalah ciptaan-Nya. Mari kita semua berjuang tanpa membedakan agama, karena yang diinginkan Tuhan adalah kasih utk kedamaian. :-)

    BalasHapus
  7. Tuhan menciptakan manusia dengan martabat yg sama, jadi Tuhan tidak akan membedakan agama kita, bagi-Nya kita semua adalah ciptaan-Nya. Mari kita semua berjuang tanpa membedakan agama, karena yang diinginkan Tuhan adalah kasih utk kedamaian. :-)

    BalasHapus
  8. Beda agama satu cinta...simple word,but heavy tas e....ha....good job mon...yg pasti Tuhan memberi kita hati utk merasa jg otak utk berfikir...jd y semua kembali ke hati pribadi masing masing...God bless

    BalasHapus
  9. Beda agama satu cinta...simple word,but heavy tas e....ha....good job mon...yg pasti Tuhan memberi kita hati utk merasa jg otak utk berfikir...jd y semua kembali ke hati pribadi masing masing...God bless

    BalasHapus
  10. ciye momon langsung cinta tapi beda yatooo hahaha
    ya kalo kamu ngalamin hal seperti itu, dinikmati aja dinamikanya. semua kembali pada diri sendiri utk menentukan kehidupan selanjutnya yato ;;)

    BalasHapus
  11. What Monika? you call my name on this film... -_-
    Anyway discuss problems above was about "love but different religions"

    Differences in beliefs "often" cause the pro and contra in the community who oppose the existence of interfaith marriage...
    and someday will arise for effect of this problem
    So, back of us who live relationship....

    Hopefully it does not happen to you my friend...

    BalasHapus
  12. kalo boleh tahu pernah ngalami ndak Cinta tapi beda gitu??

    BalasHapus
  13. Cinta beda agama gpp kok asal bisa saling menyesuaikan dan saling percya satu sama lain aja.

    BalasHapus
  14. mon postingannya nyessss bangetttt

    BalasHapus
  15. Kereen... topik yang diangkat sangat menarik..
    semoga cepet dapet jalan keluarnya..
    God Bless

    BalasHapus
  16. Karena cinta tidak mengenal perbedaan keyakinan , cinta dipersatukan oleh Tuhan dan tidakboleh dicerai berai kan oleh manusia sendiri. Nice post dek mon :) !

    BalasHapus
  17. Ya Allah ini mah temanya kamu banget {} pasti ada jalan keluar dari Tuhan? amin

    BalasHapus
  18. Wow.. Anak remaja ni dah berfikir ke jenjang pernikahan. Beda agama lg. Ada di skitar kita nikah beda agama yg berakir dengan perceraian tapi banyak juga yang tetep langgeng sampai kakek nenek. Menurut ku nikah beda agama mungkin sedikit rumit tapi asal mereka yang jalanin saling mendukung, menghormati, menghargai, mau menerima kekurangan pasangan, mau mengingatkan untuk berdoa, dan masih banyak lg resep-resep nya. tapi susah juga untuk menjalani nya.. Ataupun nikah beda agama jg bisa cegah dari awal, dan semua nya berawal dari pendidikan dasar di keluarga kita. Kalo orang tua kita meyakinkan bahwa agama yang di anut nya itu juga yang terbaik buat anak nya kelak.. Tapi semua nya juga membutuhkan peran penting seorang kepala keluarga dan yang menjabat biasa nya yang laki-laki atau suami. Asalkan sang suami bisa membimbing istri dan anak-anak nya nanti di jalan yang baik, walaupun beda agama atau satu agama, pasti bisa jalan berdampingan.

    BalasHapus
  19. Wow.. Anak remaja ni dah berfikir ke jenjang pernikahan. Beda agama lg. Ada di skitar kita nikah beda agama yg berakir dengan perceraian tapi banyak juga yang tetep langgeng sampai kakek nenek. Menurut ku nikah beda agama mungkin sedikit rumit tapi asal mereka yang jalanin saling mendukung, menghormati, menghargai, mau menerima kekurangan pasangan, mau mengingatkan untuk berdoa, dan masih banyak lg resep-resep nya. tapi susah juga untuk menjalani nya.. Ataupun nikah beda agama jg bisa cegah dari awal, dan semua nya berawal dari pendidikan dasar di keluarga kita. Kalo orang tua kita meyakinkan bahwa agama yang di anut nya itu juga yang terbaik buat anak nya kelak.. Tapi semua nya juga membutuhkan peran penting seorang kepala keluarga dan yang menjabat biasa nya yang laki-laki atau suami. Asalkan sang suami bisa membimbing istri dan anak-anak nya nanti di jalan yang baik, walaupun beda agama atau satu agama, pasti bisa jalan berdampingan.

    BalasHapus
  20. bagus mon artikel sederhana tapi penting untuk di diskusi kan, tp kalo bisa di tambahi penyelesaiannya ya mon, ambil aja satu cerita suatu pasangan (y)

    BalasHapus
  21. bagus mon artikel sederhana tapi penting untuk di diskusi kan, tp kalo bisa di tambahi penyelesaiannya ya mon, ambil aja satu cerita suatu pasangan (y)

    BalasHapus

Contact

Get in touch with me


Adress/Street

Phone number

Website