Cinta Tapi Beda?
“Karena itu Tuhan nyiptain cinta biar
yang beda-beda bisa nyatu” sepenggal kalimat dari cuplikan drama film yang
berjudul “CIN(T)A” (Cina Tuhan dan Anisa). Film ini mengisahkan tentang 2 pemuda
yang mempunyai perbedaan agama. Hubungan cinta beda
agama bisa terjadi pada siapa saja. Ada yang merasa tidak terganggu oleh hal
ini, tapi banyak juga yang tidak setuju dan bahkan menentangnya. Alasannya
bermacam-macam, ada yang berkata nikah beda agama itu tidak baik bagi iman,
bahkan ada yang percaya bahwa hal ini dosa. Salah satu jalan tengah yang
diambil oleh beberapa pasangan adalah pindah agama. Menurut Pendeta Albertus
Patty nikah beda agama di dalam Gereja Kristen seringkali tergantung pada
gereja itu sendiri. Ada berbagai kebijakan dari pemimpin Gereja (dalam hal ini
Gereja Protestan) dan tergantung dari juga sangat tergantung pada sikap orang
tua. Bila pemimpin gereja dan orang tua konservatif atau fundamentalis, akan
tidak dimungkinkah pernikahan beda agama bisa terjadi. Umumnya mereka menyitir
sebuah ayat dari 2 Korintus 6:14 (Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak
seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat
antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimana terang dapat bersatu dengan
gelap?). Namun, apakah yang dimaksud dengan "orang yang tidak percaya“?
Tidak percaya kepada apa? Dan bukankah Yesus mengajarkan untuk mencintai sesama
tanpa diskriminasi apapun? Seringkali catatan sipil juga mempersulit bila
ada perbedaan agama antar pasangan, sehingga beberapa pasangan beda agama harus
melakukan pernikahan di Singapura, Australia atau Thailand. Di Gereja yang
dipimpin Pendeta Albertus Patty dapat dilakukan pemberkatan pernikahan beda
agama tanpa membaptis pasangan yang non-Kristen.
Di masa-masa sekarang banyak pemuda
yang bertanya-tanya tentang “boleh tidak menikah beda agama?”. Saya pernah
berfikir jika Tuhan mempertemukan mengapa agama yang memisahkan? Lebih
detailnya jika Tuhan mempertemukan, mengapa manusia dengan menggunakan agama
yang berbeda, tega, rela dan bangga untuk memisahkan? Tapi menurut saya,
walaupun beda agama jalankan saja. Karena cinta tidak mengenal perbedaan, cinta
adalah anugrah. Karena cinta memiliki sifat yang menyatukan, bukan memisahkan.
Yang sifatnya memisahkan adalah kebencian, peperangan, egois untuk
mempertahankan kenyakinan. Banyak orang memberikan argument bahwa cinta yang
muncul kepada orang yang berbeda agama adalah ujian dari Tuhan untuk melihat
apakah seseorang itu memilih nafsunya atau agamanya. Tetapi menurut saya itu
tidak benar. Jika seseorang teliti dalam berfikir, maka ia akan menemukan bahwa
cinta bukanlah nafsu, dan jika memang Tuhan menguji, Ia pasti akan menguji
nafsu bukan cinta. Lalu seseorang juga bisa berargumen bahwa saat seseorang
cinta kepada orang yang berbeda agama, maka orang tersebut akan masuk
neraka. Lalu apakah iya yang menentukan
masuk surga ataupun neraka adalah manusia? Yang berhak menentukan seseorang
masuk surga atau neraka hanya Tuhan. Jika memang Tuhan tidak mengizinkan dua
orang berbeda agama untuk saling mencintai. Tentu saja, Ia tidak akan
memberikan rasa itu sejak awal. Dan jika kamu adalah orang yang bingung apa
yang harus dilakukan saat menghadapi cinta beda agama, jalani saja, jangan
takut banyak yang berfikir nikmati rasa itu, nikmati anugrah itu. Saya juga
berfikir untuk ke jenjang pernikahan. Bukankah sulit menikah berbeda agama?
Bukankah nanti terjadi konflik dengan keluarga masing-masing? Kalau nanti
mempunyai anak nanti bingung untuk memilih agama. Konflik itu pasti terjadi,
tetapi kembali lagi jika memang jodoh semua masalah bisa terselesaikan. Mungkin
Tuhan mempertemukan agar bisa belajar untuk saling menghargai satu sama lain,
agar bisa menjadi inspirasi dan bisa belajar dari pengalaman. Apapun yang
terjadi bagi saya cinta adalah anugrah dari yang Kuasa.
Pandangan Lain mengenai Ahlul Kitab
Apakah sama Ahlul Kitab, Musyrik, dan
Kafir? Para ulama tafsir berbeda pendapat. Ada yang menyamakan ada yang
membedakan.
Menurut Ahmad Nurcholis yang juga
penulis novel Kado Cinta Bagi Pasangan Beda Agama memiliki tafsiran berbeda. Musyrik
dipahami sebagai mereka yang menyekutukan Tuhan. Kafir dilabelkan
kepada mereka yang tidak ber-”Islam”, Ahlul kitab diidentikkan
dengan penganut Yahudi dan Nasrani.
Ahlul kitab menurutnya meliputi semua
pemeluk agama asal mereka percaya kepada satu Tuhan, hari akhir, dan berbuat
baik.

Temamu beraaaat mon. Nice share lah (--")9. Hidup Cinta Tapi Beda!
BalasHapusHmm tapi kalo mnrtku Tuhan memberi cinta beda agama biar melihat seberapa besar cinta kamu ke Tuhan atau ke manusia. But nice share sih mon ^.^
BalasHapuspembahasan gini nih yang pasti banyak pro kontra, anyway, nice post dek mon!
BalasHapusCinta beda agama? Yah sulit. Tapi sebenernya bisa dicegah sejak awal. Tergantung bagaimana kita memilih.
BalasHapusTema yg bagus Mon. Ttp semangatt buat karya" yg lainnya ☺
Membingungkan ya cinta Dan Agama. Perlu bnyk belajar lg Dan tentunya baca alkitab lebih dalam.
BalasHapusNice post
Tuhan menciptakan manusia dengan martabat yg sama, jadi Tuhan tidak akan membedakan agama kita, bagi-Nya kita semua adalah ciptaan-Nya. Mari kita semua berjuang tanpa membedakan agama, karena yang diinginkan Tuhan adalah kasih utk kedamaian. :-)
BalasHapusTuhan menciptakan manusia dengan martabat yg sama, jadi Tuhan tidak akan membedakan agama kita, bagi-Nya kita semua adalah ciptaan-Nya. Mari kita semua berjuang tanpa membedakan agama, karena yang diinginkan Tuhan adalah kasih utk kedamaian. :-)
BalasHapusBeda agama satu cinta...simple word,but heavy tas e....ha....good job mon...yg pasti Tuhan memberi kita hati utk merasa jg otak utk berfikir...jd y semua kembali ke hati pribadi masing masing...God bless
BalasHapusBeda agama satu cinta...simple word,but heavy tas e....ha....good job mon...yg pasti Tuhan memberi kita hati utk merasa jg otak utk berfikir...jd y semua kembali ke hati pribadi masing masing...God bless
BalasHapusciye momon langsung cinta tapi beda yatooo hahaha
BalasHapusya kalo kamu ngalamin hal seperti itu, dinikmati aja dinamikanya. semua kembali pada diri sendiri utk menentukan kehidupan selanjutnya yato ;;)
What Monika? you call my name on this film... -_-
BalasHapusAnyway discuss problems above was about "love but different religions"
Differences in beliefs "often" cause the pro and contra in the community who oppose the existence of interfaith marriage...
and someday will arise for effect of this problem
So, back of us who live relationship....
Hopefully it does not happen to you my friend...
kalo boleh tahu pernah ngalami ndak Cinta tapi beda gitu??
BalasHapusCinta beda agama gpp kok asal bisa saling menyesuaikan dan saling percya satu sama lain aja.
BalasHapusmon postingannya nyessss bangetttt
BalasHapusKereen... topik yang diangkat sangat menarik..
BalasHapussemoga cepet dapet jalan keluarnya..
God Bless
Keren...
BalasHapusKarena cinta tidak mengenal perbedaan keyakinan , cinta dipersatukan oleh Tuhan dan tidakboleh dicerai berai kan oleh manusia sendiri. Nice post dek mon :) !
BalasHapusYa Allah ini mah temanya kamu banget {} pasti ada jalan keluar dari Tuhan? amin
BalasHapusWow.. Anak remaja ni dah berfikir ke jenjang pernikahan. Beda agama lg. Ada di skitar kita nikah beda agama yg berakir dengan perceraian tapi banyak juga yang tetep langgeng sampai kakek nenek. Menurut ku nikah beda agama mungkin sedikit rumit tapi asal mereka yang jalanin saling mendukung, menghormati, menghargai, mau menerima kekurangan pasangan, mau mengingatkan untuk berdoa, dan masih banyak lg resep-resep nya. tapi susah juga untuk menjalani nya.. Ataupun nikah beda agama jg bisa cegah dari awal, dan semua nya berawal dari pendidikan dasar di keluarga kita. Kalo orang tua kita meyakinkan bahwa agama yang di anut nya itu juga yang terbaik buat anak nya kelak.. Tapi semua nya juga membutuhkan peran penting seorang kepala keluarga dan yang menjabat biasa nya yang laki-laki atau suami. Asalkan sang suami bisa membimbing istri dan anak-anak nya nanti di jalan yang baik, walaupun beda agama atau satu agama, pasti bisa jalan berdampingan.
BalasHapusWow.. Anak remaja ni dah berfikir ke jenjang pernikahan. Beda agama lg. Ada di skitar kita nikah beda agama yg berakir dengan perceraian tapi banyak juga yang tetep langgeng sampai kakek nenek. Menurut ku nikah beda agama mungkin sedikit rumit tapi asal mereka yang jalanin saling mendukung, menghormati, menghargai, mau menerima kekurangan pasangan, mau mengingatkan untuk berdoa, dan masih banyak lg resep-resep nya. tapi susah juga untuk menjalani nya.. Ataupun nikah beda agama jg bisa cegah dari awal, dan semua nya berawal dari pendidikan dasar di keluarga kita. Kalo orang tua kita meyakinkan bahwa agama yang di anut nya itu juga yang terbaik buat anak nya kelak.. Tapi semua nya juga membutuhkan peran penting seorang kepala keluarga dan yang menjabat biasa nya yang laki-laki atau suami. Asalkan sang suami bisa membimbing istri dan anak-anak nya nanti di jalan yang baik, walaupun beda agama atau satu agama, pasti bisa jalan berdampingan.
BalasHapusbagus mon artikel sederhana tapi penting untuk di diskusi kan, tp kalo bisa di tambahi penyelesaiannya ya mon, ambil aja satu cerita suatu pasangan (y)
BalasHapusbagus mon artikel sederhana tapi penting untuk di diskusi kan, tp kalo bisa di tambahi penyelesaiannya ya mon, ambil aja satu cerita suatu pasangan (y)
BalasHapusnice artikel mon
BalasHapus