Kita
menyadari, bahwa iman adalah rahmat pemberian dari Allah. Namun demikian, untuk
menjadi beriman butuh proses dan perjuangan yang panjang. Beriman itu tidak
sekali jadi. Seringkali kita jatuh pada kerapuhan yang sama. Misal saja saat
memasuki ruang pengakuan dosa., dosa yang sama sering muncul dan kita berjanji
tidak akan mengulanginya lagi, tetapi saat menghadap room di ruang pengakuan
dosa kembali kita mengakukan dosa yang sama. Inilah yang dinamakan proses.
Sejauh mana kita mau mengolah diri, meneliti batin dan mau berbalik arah menuju
pertobatan.
Iman itu
semakin berkembang saat kita mampu melihat semua pengalaman hidup ini sebagai
bagian dari “Rencana Allah”. Memang tidak dapat dipungkiri, proses yang panjang
dan tidak mudahlah yang akan mengasah pertumbuhan iman kita. Melalui sesuatu
yang tidak enak, mengusik hati kita juga pengalaman luka dan kegagalan yang
kita alami. Kita boleh belajar dari satu inspirasi yang datang dari daerah
Timur Tengah. Saat akan menanam kurma di padang yang gersang, ada satu
pemandangan yang menarik untuk direnungkan. Setelah menggali lubang, memasukkan
biji kurma, menutup dengan tanah, lalu para petani kurma akan menindih lubang yang
sudah ditanami itu dengan batu. Tujuannya agar kurma itu bisa tumbuh. Bagaimana
mungkin? Ternyata, tanaman kurma yang tumbuh cepat dengan tunasnya ke atas
permukaan tanah akan mudah mati karena akarnya belum kuat untuk mencari nutrisi
di tanah gersang itu. Maka ketika ditindih batu, akan memproses akarnya mencari
makan dan mendapatkan nutrisi dan jika akarnya telah kuat ia akan mampu
mendorong beban yang menindih tubuhnya. Kita tidak sedang bercerita tentang
bagaimana bertanam kurma. Kita bisa belajar dan menyadari bahwa beban dalam
hidup ini akhirnya akan membuat akar iman
hidup kita bertumbuh dan mendalam, serta mampu menghadapi situasi dari luar
yang membuat kita terhimpit.
Semoga
kita lebih mengenal siapa diri kita, kerapuhan kita, beban-beban hidup kita dan
menjadikannya kekuatan untuk mengalami hidup yang baru. Amin J


0 komentar :
Posting Komentar