Percaya kepada Allah merupakan perwujudan salah satu dari
iman. Iman sendiri secara bahasa dapat berarti ‘membenarkan’. Perwujudan iman
bisa dilakukan kapan pun dan pada saat apa pun.
Perwujudan dari ‘percaya kepada Allah dan Nabi Muhammad’ dalam
perbuatan dapat dikatakan merupakan hal yang paling sulit dilakukan
dibandingkan dengan mengucapkannya secara lisan atau mengakuinya dalam hati.
Tetapi tidak ada artinya meyakini ‘sesuatu’ tanpa melakukan hal untuk ‘sesuatu’
tersebut. Bentuk nyata dari iman kita kepada Allah dan Rasul-Nya adalah dengan
menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya atau disebut bertaqwa.
Beriman dan bertaqwa seperti satu paket yang harus dijalankan untuk menjadi
umat Islam yang baik. ‘Menjalankan perintah-Nya’ dapat kita lakukan dengan
melaksanakan rukun Islam yang kedua hingga kelima, yaitu sholat, puasa, zakat,
dan haji, yang mana merupakan kewajiban bagi umat Islam. Namun lebih dari itu,
iman dapat diwujudkan dengan selalu melakukan suatu pekerjaan atau kegiatan
atas dasar ibadah di jalan Allah.
Banyak sekali contoh penerapan yang dengan mudah dapat kita
temui di kehidupan sehari-hari, misalnya saja, bersedekah kepada fakir miskin
karena Allah, bukan karena ingin dipuji masyarakat. Contoh lainnya; menjalankan
amanat sebagai pemimpin karena Allah, bukan karena menginginkan kekuasaan dan
kehormatan semata; Menolong orang lain dengan ikhlas karena Allah, bukan
karena keuntungan yang akan didapatkan; dan sebagainya. Sebenarnya, niat awal
kita dalam melakukan sesuatu itulah yang sangat menentukan nilai atau kualitas
dari apa yang kita lakukan di mata Allah. Selebihnya, pujian dan keuntungan
yang didapatkan dari orang lain atau masyarakat merupakan bentuk imbalan atas
ketulusan hati kita. Dengan melakukan segala sesuatu karena Allah maka kita
menghindarkan diri dari sifat-sifat buruk seperti riya, serakah, dan
sebagainya, yang dapat diartikan sebagai ‘menjauhi larangan-Nya’. Dari hal-hal
tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ketaqwaan seseorang menunjukkan
keimanan seseorang, dan juga sebaliknya. Dan puji Tuhan sampai pada saat ini
saya masih diberi rejeki yang cukup dan masih boleh bersedekah kepada sesama

0 komentar :
Posting Komentar