• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Youtube

Kamis, 31 Desember 2015

Perwujudan Iman Dalam Kehidupan Sehari-hari

Perwujudan Iman Dalam Kehidupan Sehari-hari




Percaya kepada Allah merupakan perwujudan salah satu dari iman. Iman sendiri secara bahasa dapat berarti ‘membenarkan’. Perwujudan iman bisa dilakukan kapan pun dan pada saat apa pun.
Perwujudan dari ‘percaya kepada Allah dan Nabi Muhammad’ dalam perbuatan dapat dikatakan merupakan hal yang paling sulit dilakukan dibandingkan dengan mengucapkannya secara lisan atau mengakuinya dalam hati. Tetapi tidak ada artinya meyakini ‘sesuatu’ tanpa melakukan hal untuk ‘sesuatu’ tersebut. Bentuk nyata dari iman kita kepada Allah dan Rasul-Nya adalah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya atau disebut bertaqwa. Beriman dan bertaqwa seperti satu paket yang harus dijalankan untuk menjadi umat Islam yang baik. ‘Menjalankan perintah-Nya’ dapat kita lakukan dengan melaksanakan rukun Islam yang kedua hingga kelima, yaitu sholat, puasa, zakat, dan haji, yang mana merupakan kewajiban bagi umat Islam. Namun lebih dari itu, iman dapat diwujudkan dengan selalu melakukan suatu pekerjaan atau kegiatan atas dasar ibadah di jalan Allah.
Banyak sekali contoh penerapan yang dengan mudah dapat kita temui di kehidupan sehari-hari, misalnya saja, bersedekah kepada fakir miskin karena Allah, bukan karena ingin dipuji masyarakat. Contoh lainnya; menjalankan amanat sebagai pemimpin karena Allah, bukan karena menginginkan kekuasaan dan kehormatan semata;  Menolong orang lain dengan ikhlas karena Allah, bukan karena keuntungan yang akan didapatkan; dan sebagainya. Sebenarnya, niat awal kita dalam melakukan sesuatu itulah yang sangat menentukan nilai atau kualitas dari apa yang kita lakukan di mata Allah. Selebihnya, pujian dan keuntungan yang didapatkan dari orang lain atau masyarakat merupakan bentuk imbalan atas ketulusan hati kita. Dengan melakukan segala sesuatu karena Allah maka kita menghindarkan diri dari sifat-sifat buruk seperti riya, serakah, dan sebagainya, yang dapat diartikan sebagai ‘menjauhi larangan-Nya’. Dari hal-hal tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ketaqwaan seseorang menunjukkan keimanan seseorang, dan juga sebaliknya. Dan puji Tuhan sampai pada saat ini saya masih diberi rejeki yang cukup dan masih boleh bersedekah kepada sesama


0 komentar :

Posting Komentar

Contact

Get in touch with me


Adress/Street

Phone number

Website